ANAKKU
Gubahan JE Tatengkeng
engkau datang mengintai hidup
engkau datang menunjukkan muka
tapi sekejap matamu kaututup
melihat terang anaknda tak suka
mulut kecil tiada kau buka
tangis teriakmu takkan diperdengarkan
alamat hidup wartakan suka
kau diam, anakku, kami kautinggalakn
sedikit pun matamu tak mengerling
memandang ibumu sakit terguling
air matamu tak bercucuran
tinggalkan ibumu tak berpenghiburan.
kau diam, diam, kekasihku
tak kaukatakan barang pesanan
akan penghibur duka didadaku
kekasihku, anakku, mengapa kain?
sebagai anak melalui sedikit
akan rumah kami berdua
tak anak tak insyaf sakit
yang diderita orang tua
tangan kecil lemah tergantung
tak diangkat memeluk ibumu
menyapu dadanya, menyapu jantung
hiburkan hatinya, sayangkan ibumu
selekas anaknda datang
selekas anaknda pulang
tinggalkan ibu sakit terlintang
tinggalkan bapak sakit mengenang
selamat jalan anaknda kami
selamat jalan kekasih hati
anak kami Tuhan berikan
anak kami Tuhan panggilkan
hati kami Tuhan hiburkan
nama Tuhan kami pujikan
(Rindu Dendam, 1934)