KUPANG: DI SEBUAH PANTAI
Oleh Slamet Sukirnanto
Oleh Slamet Sukirnanto
Berjajar pohon kelapa
Pokok rumbia menguak kemarau yang terik
Ngungun: meneyepi pantai
Menunggu biduk tak kunjung sampai!
Pelabuhan alit mengungkung siang
Selam-berselam ikan-ikan berkejaran
Laut dalam membening cerlang
Hanya sehasta dari jarak kaki.
Lalu angin beringsut dari tenggara
Menyentuh keras pulau dan samodera
Aku sadar: betapa palsunya cinta
Kering pasir di hati.
Memijak ketandusan bumi.
Kupang, akhir 1969