PANTAI BENGKALIS

PANTAI BENGKALIS
Oleh Slamet Sukirnanto

Aku duduk di sini sejak sore
Gelas-gelas silih berganti
Untuk apa aku di sini
Seperti pelabuhan tua. 

Siap melayani
Kapal yang datang dan pergi
Kemudian pantai. 

Tangan terentang membelah
Berjam-jam aku masih saja begini
Ditinggal penghun kapal dan sampan
Lama tidur, lelap dan berpelukan
Yang ingin datang, datanglah
Jangan bawa kabut, desah atau getaran
Masuk ruang kegelapan. 

Dan gelas aku tambahkan
Mengarungi dahaga yang pasang naik
Menelan karang-karang kehidupan
Senandunglah, kawan, senandunglah
Gelas-gelas lebih bening dari lautan


kudendang laut
Kutabur bintang-bintang
Kipas dengan angin daratan
Ke mana kau sembunyikan ombak dan karang
Sesungguhnya aku ingin. Segera pergi
Melangkah mencari tepi; atau masuk pusat
Yang gaduh; atau berbincang dengan teripang
Atau menghitung butir-butir pasir di kali
Laut kudendang laut


           Kutabur jala-jala
           Ikan-ikan tambah jauh mengembara
           Gubuk-gubuk nelayan menampung cemasnya


Ada yang minta Sorga
Pantaimu minta apinya. Pelabuhan menawarkan
Segumpal bara dan hampa
Langit hitam makin rendah dekat kepala
Di rantau sana sumber awalnya.


           Laut kudendang laut
           Kutabur kunang-kunang semesta
           Jangan menunggu kabar
           Yang tak kunjung tiba


Gelas-gelas silih berganti
Gelas-gelas tegak menganga
Pelabuhan tua tegar dan waspada
Ada yang tak kembali dari samudera

Bengkalis
Pebruari 1981