DOA SEORANG SERDADU SEBELUM BERPERANG

DOA SEORANG SERDADU SEBELUM BERPERANG
Gubahan Rendra

Tuhanku
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firman-Mu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal

Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia

Apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku menusukkan sangkurku

Malam dan wajahku
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
– biarpun bersama penyesalan –

Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah?
Sementara kulihat kedua lenganMu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianati-Mu
Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku

Diambil dari Mimbar Indonesia
Th. XIV, No. 25, tanggal 18 Juni 1960