DUA PULUH TUJUH TAHUN
Gubahan Ikhsan, S.Pd., M.Pd.
Dua puluh tujuh tahun berlalu
Lepas kontak lepas waktu
Mengembara jauh memikul rindu
Hilang wajah lenyap sapaan
Tersimpan rajutan persahabatan
Dalam perpisahan sekian lama
Nun jauh
Rindumu menggunung
Dua puluh tujuh tahun berlalu
Masihkah seperti dulu adamu?
Lewat pesan internetan
Engkau kirimkan
Kalam mutiara kerinduan
Bagai penyair di pentas kejuaraan
Katamu rindu
Inginmu bertemu
Rindumu rinduku menyiksa qolbu
Engkau harapkan
Pertemuan kan datang
Perasaanmu masih semuda dulu
Padahal umurmu separuh hidup
Bilamana zaman menelan usia
Nyawa tinggallah separuh waktu
Cuap-cuap gelak tawa
Bersama sahabat lama
Tak ingat jasad mendekat renta
Terlupa rapuhnya tulang
Bagai kakek nenek lihai mendongeng
Pada bayi menjelang malam
Kisah silam engkau perdengarkan
Pada reuni diiringi joget-jogetan
Tercurah sudah impian bergaun khayalan
Dulu
Engkau masih lugu
Sekolahmu di antara sawah tebu
Sungai, lahan padi dan jagung
Jauh dari kampung
Terpencil mungil dari dusun
Berayun-ayun daun
Diselingi embun
Bermahkota kabut
Menipu peluh lelah mengayuh
Saat pagi tiba bersambut
Dari ufuk muncul
Masih teringat di angan
Kemarau tiba debu beterbangan
Daun jati berguguran
Panasnya tidak karuan
Keringat bercucuran menyiram bocah kampungan
Engkau bahagia berbaur derita
Kabut dan gerimis menghadang
Tiada hirau segala aral melintang
Demi menghimpun ilmu masa depan
Engkau buka lembar kenangan
Genangan air kolam dadakan
Saat-saat hujan tiba berlebihan
Menyapu lantai bibir sekolahan
Becek jalanan di antara bebatuan
Sorak teriakan menerobos luapan
banjir jalan, sungai, dan desa
banjir jalan, sungai, dan desa
Lupakah engkau?
Cuat-cuit burung bersiul
Di antara pohon besar rimbun
Sekitar kelas tiga itu?
Kicau burung memanggil namamu
Kalaulah tubuh letih ngantuk
Pada siang lampau
Hmmm, kenangan silam itu
Sempat berlalu
Terkubur waktu terpupus kurun
Kini air mata bahagia
Berlinang menyapu bedak
Menghapus parfum wanginya badan
Basahlah pertemuan
Segarlah reuni kawan
Oleh Ikhsan
Ditulis di Surabaya
Jumat, 8 Juni 2018 sampai Kamis, 14 Juni 2018.
Bahan kisah dari semua desa sekecamatan Sambeng dan SMP Negeri Sambeng.
Diupload dan dipublikasikan pertama kali di blog PUISI YANG MEMPESONA http://puisimempesona.blogspot.co.id pada hari Kamis, 14 Juni 2018