KOMPILASI PUISI YANG MEMPESONA DARI PARA PENULIS

PUISI GUBAHAN IKHSAN
PUISI GUBAHAN MOEHAMMAD YAMIN
PUISI GUBAHAN CHAIRIL ANWAR
PUISI GUBAHAN TOTO SUDARTO BACHTIAR
PUISI GUBAHAN SLAMET SOEKIRNANTO
PUISI GUBAHAN AMIR HAMZAH
PUISI GUBAHAN ARMIJN PANE
PUISI GUBAHAN SANUSI PANE
PUISI GUBAHAN SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA
PUISI GUBAHAN ROESTAM EFFENDY
PUISI GUBAHAN ASRUL SANI
PUISI GUBAHAN IDRUS
PUISI GUBAHAN ROSIHAN ANWAR
PUISI GUBAHAN HAMKA
PUISI GUBAHAN ACHDIAT KARTAMIHARDJA
PUISI GUBAHAN KARIM HALIM
PUISI GUBAHAN RIVAI APIN
PUISI GUBAHAN JE TATENGKENG
PUISI GUBAHAN WS RENDRA
PUISI GUBAHAN TAUFIK ISMAIL
PUISI GUBAHAN SAPARDI DJOKO DHARMONO
PUISI GUBAHAN GOENAWAN MOEHAMMAD
PUISI GUBAHAN KIRDJOMOELJO
PUISI GUBAHAN MANSYOER SYAHMIN
PUISI GUBAHAN HARTOJO HANDANGDJOJO
PUISI GUBAHAN AJIP ROSIDI

INGIN TAPI BISAKAH


INGIN TAPI BISAKAH


ingin kureguk senyum,

tapi kecewa yang kurasa,


ingin rasanya dirindukan,

tapi harapan melayang 

pada bayang-bayang kepalsuan


ingin kucari kemana rindunya berada,

tapi sepertinya ia melupakan


ingin kugapai cinta,

nyatanya hanyalah fatamorgana


Berlari dan mengejar 

tiap datang ingatan kenangan

tuk meraih kasih dan cintanya

tapi tiada jua kujumpa


Gubahan ikhsan

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Sabtu, 27/9/2025

Sabtu, 27 September 2025


=== ###### ===


Puisi Ingin Tapi Bisakah

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Ceritera diambil dari:

Kehidupan rakyat desa dan rakyat kota yang tercebur dalam kemilau sua asmara merona.


Ditulis pada hari Sabtu, 27 September 2025.

Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Minggu, 28 September 2025.

Dipublikasikan pertama kali di status WhatsApp pada hari Minggu, 28 September 2025.


POHON KERING KERONTANG

 POHON KERING KERONTANG


Pohon tua kering kerontang

Sekarang aku siram

Moga tumbuh, bersemi, dan berkembang

Sampai berbuah kasih sayang


Aku ruwat sepenuh jiwa raga

agar bebas dari penyakit dan hama


Pohon tua kering kerontang,

Sekarang aku datang,

Memeluk sepenuh kasih sayang

Karna esok engkau hidup dan berkembang

Hingga rindang riang menjulang


Aku ruwat sepenuh rasa,

bersama segenggam asa

dengan pupuk kemasan dari masa ke masa

dengan siraman hingga basah

moga berdaun esok lusa



Gubahan ikhsan

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Kamis, 27/3/2025

Kamis, 27 Maret 2025



=== ###### ===

Puisi Pohon Kering Kerontang

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)


Ceritera diambil dari:

Kehidupan rakyat desa yang masih sanggup dan merawat seseorang.

Ditulis pada hari Kamis, 27 Maret 2025.


Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Selasa, 5 Agustus 2025.

Dipublikasikan pertama kali di status WhatsApp pada hari Kamis, 27 Maret 2025.




CINTA SEBATAS MIMPI

 CINTA SEBATAS MIMPI


Cinta ini sebegitu suci sejati.

Tapi engkau diam masih dingin.

Tanpa henti aku sirami sepenuh kasih.

Biarpun lelah payah, tetap aku lakukan sampai pagi. 

Tak peduli hujan badai, 

aku terjang dan lalui.

Karena esok semua memandang lalu berbisik

Betapa aku rindu sampai kisah berakhir.


Tapi akhirnya cinta ini sebatas mimpi

Begitulah harapan sebatas imajinasi



Gubahan ikhsan

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Jumat, 20/6/2025

Jumat, 20 Juni 2025



=== ###### ===

Puisi Cinta Sebatas Mimpi

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)


Ceritera diambil dari:

Kehidupan rakyat desa yang tak kesampaian cintanya kepada seseorang di kota.

Ditulis pada hari Jumat, 20 Juni 2025


Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Selasa, 5 Agustus 2025.

Dipublikasikan pertama kali di status WhatsApp pada hari Jumat, 20 Juni 2025.


SUNSET AT THE BEACH

SUNSET AT THE BEACH

By Ikhsan

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)



Mentari senja hari

Diselingi cuat-cuit burung bernyanyi

Diterpa semilir angin pantai 

Menggugah syahdu hati


Desir pasir di pantai lama

Dan lambaian kembang beraneka rona

Dan lambaian nyiur di bibir pantai menyapa

Deburan ombak bak kembang mekar

Kita berdiri pegangan bersama

Memandang panorama lautan

Mesranya suasana semesra cinta kita


Kenangan tak terlupa

Mengalir bersama

Mengikuti irama napas cinta


Gubahan ikhsan

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Wednesday, February 5th, 2025

Rabu, 5 Februari 2025



=== ###### ===

Puisi Sunset at the Beach

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)


Ceritera diambil dari:

Kehidupan rakyat desa yang termenung di Pantai Selatan.

Ditulis pada hari Rabu, 5 Februari 2025


Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Selasa, 5 Agustus 2025.

Dipublikasikan pertama kali di status WhatsApp pada hari Rabu, 5 Februari 2025. 




BETAPA KECEWA


BETAPA KECEWA


Bukan aku bersedih karna sengsara nan  derita,

Bukan aku menangis karna luka menganga,

Tapi karna kesetiaannya smakin pudar,

Di saat tanpa akhir dalam penantian,

Betapa kecewa di atas kecewa


By Ikhsan, Penyair Pinggir Kali

Selasa, 5 Agustus 2025



Gubahan ikhsan

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Selasa, 5 Agustus 2025



=== ###### ===

Puisi Betapa Kecewa

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)


Ceritera diambil dari:

Kehidupan rakyat desa dan rakyat kota yang dipisahkan oleh jarak.

Ditulis pada hari Selasa, tanggal 5 Agustus 2025.

Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Selasa tanggal 5 Agustus 2025.

Dipublikasikan pertama kali di Whatsapp pada hari Selasa tanggal 5 Agustus 2025.


TAPI APALAH DAYA

 TAPI APALAH DAYA

Gubahan Ikhsan Falihi


Betapa menawan kembang hijau merah,

Pantas buat hiasan taman kehidupan,

Ingin rasanya aku memetik mekarnya,

Tapi apalah daya....

Aku insan biasa,


Andai aroma kembang hijau merah,

Menebari seisi naluri,

Bersimpuh aku di kaki,

Padamu seorang yang dipandang suci bersih,


Tapi engkau menatapku terlalu rendah diri,

Pintaku tak kau kasih

Ikhlasku tak seberapa kau hormati,

Seperti hidup tak merasai,


Gubahan ikhsan

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Jumat, 17 Februari 2023




=== ###### ===

Puisi Tapi Apalah Daya

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)


Ceritera diambil dari:

Kehidupan rakyat desa dan kota yang dipisahkan oleh jarak.

Perjalanan Surabaya - Sidoarjo - Mojokerto - Jombang.

Ditulis pada hari Jumat, tanggal 17 Februari 2023.

Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Selasa tanggal 28 Maret 2023.

Dipublikasikan pertama kali di Whatsapp pada hari Jumat tanggal 17 Februari 2023.

Dipublikasikan kedua kali di Whatsapp pada hari Senin tanggal 27 Maret 2023.

UDAH KUBILANG APA?

 UDAH KUBILANG APA?

Gubahan Ikhsan Falihi


Padi ditanam tumbuh ilalang.

Apa hendak dikata.

Kekasih disayang malahan hidung belang.

Apa hendak ke lain cinta.


Udah kubilang.

Tunggu aku datang.

Kok malah mencari lain orang.

Tetap kuharap cinta jangan dilelang 

Tunggulah aku datang.

Mengajarkan segunung keagungan.


Duhai, orang yang kusanjung.

Siang malang aku rindu kunjung.

Janganlah cintaku sedih merundung


Gubahan Ikhsan

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Di Batas Surabaya - Sidoarjo

Sabtu, 19/02/2022.


=== ###*********### ===


Puisi UDAH KUBILANG APA?

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali).

Di Batas Surabaya - Sidoarjo

Ceritera diambil dari:

Kerinduan anak manusia mengunjungi tempat yang nyaman, damai, dan tenang di sebuah desa dalam seprovinsi.

Ditulis pada hari Sabtu,19 Februari 2022.

Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Sabtu,19 Februari 2022.

DENGARLAH KEKASIH

 DENGARLAH KEKASIH

Gubahan Ikhsan Falihi


Kekasihku....,

Engkau nun jauh di situ...

ingin daku bersamamu.

Dekaplah daku.

Di dalam buaian kasih sayang.

 

Daku ingin hadir di hadapanmu,

melihat keagunganmu

Di dalam ketidakberdayaanku.


Kekasihku....,

Relakah engkau menerimaku...

Di dalam keagunganmu...


Kekasihku...,

Tahukah engkau bahwa aku sangat mencintaimu.

Cintaku tak kan goyah

Walau diterjang badai hidup.


Kekasihku...,

Biarpun masih jauh darimu,

Namun cintaku tanpa ragu


Tekadku satu utuh

Menggapai kasih sayangmu.


=== ###### ===


Puisi DENGARLAH KEKASIH

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Ceritera diambil dari:

Kerindua anak manusia.

Ditulis pada hari Rabu, 19 Januari 2022.

Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada Rabu, 19 Januari 2022

PAGI TIBA

 PAGI TIBA

Gubahan Ikhsan Falihi


Bunga bermekaran di bahana

kerinduan.


Mengungkap bayang kenangan di kala wabah.


Merah di dalam dada…,

Putih di dalam pikiran…..,


Memadu gelora sukma tiada terkira.


Sekedar menyapa alam 

pada pagi tiba.


Digubah oleh

Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali (Minggu, 17 Oktober 2021)


Surabaya - Sidoarjo, 

Minggu, 17 Oktober 2021


Gubahan

Ikhsan

(Ikhsan falihi penyair pinggir kali)


=== ###### ===


Puisi PAGI TIBA

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Ceritera diambil dari:

Perempuan desa yang suka menanam bunga hingga hijrah ke pusat kecamatan juga masih sayang bunga-bunganya. Tiap pagi tiba beliau rajin mengunjungi taman bunganya dikala wabah covid19 varian delta melanda seluruh indonesia.

Ditulis pada hari Minggu, 17 Oktober 2021.

Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Kamis, 23 Desember 2021.

TAK SEPADAN

 TAK SEPADAN

Gubahan Ikhsan Falihi


Langitmu masih membiru.

Tiada berawan mendung sedikitpun.

Tapi, engkau sungguh ragu.


Lihatlah sebentar…

Seberkas cahya menembus kegelapan, 

menyinari kehidupan.


Biarkan daku mengukir langit,

Dengan satu kata sejuta makna,

sejuta kata semesta makna.

Cukuplah demikian

Aku persembahkan.


Engkau tahu tak sepadan karna di jalan berbeda.

Mekar melati menghiasi mimpi yang engkau semai,

pada ranting hijau daun menumbuh.

Di bawah naungan pohon rindang,

Di pinggir jalan perjuangan

Engkau berdiri tegak.

Mengharapkan kemewahan lupakan kawan.

Berlari mengejar asa pada gerimis mengundang.


Langit masih membiru.

Tak berawan mendung sedikitpun.

Tapi, engkau begitu ragu.


Surabaya - Sidoarjo, 

Kamis, 23 Desember 2021


Gubahan

Ikhsan falihi penyair pinggir kali

Buat someone yang lagi kepo


=== ###### ===


Puisi TAK SEPADAN

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Ceritera diambil dari:

Perkawanan anak di Surabaya.

Ditulis pada hari Kamis, 23 Desember 2021.

Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Kamis, 23 Desember 2021.









KAPAN KITA BERSAMA?

 

KAPAN KITA BERSAMA?

Gubahan Ikhsan Falihi


Pingin rasanya perjumpaan

Kapan kita bersama?


Dari bukit nan tinggi

Hasratmu melangit

Dari pegunungan terpencil

Sepertinya belum usai mendaki


Dari kelok aliran sungai

Yang engkau punyai

Suaramu gemercik manis

Tiada henti 

Cuap-cuap menabur janji


Rasanya perjumpaan sirna 

Oleh gemerlap gedung menjulang

Yang engkau punya

Oleh kembang menguncup

Melambai ditiup angin lalu

Di antara pegunungan menghijau


Bolehlah, sisakan sedikit waktu

Bila engkau mau

Memanggil kenalan yang dulu

Walau dalam relung kalbu


Sejatinya aku mengerti

Mimpi yang kau semai

Masih membubung tinggi ke langit

Rela lupakan kenalan demi kemewahan

Pada dunia fana yang melalaikan


Hijau menumbuh, merah membara

Perasaan mengikat janji bersama

Tapi nyatanya…..

Kapan kita bersama?

Nampak keraguan aku rasa

Jawablah……..



=== ###### ===

Puisi Kapan Kita Bersama?

Digubah oleh Ikhsan 

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)


Ceritera diambil dari:

Perjalanan Surabaya - Mojokerto - Jombang.


Ditulis pada tanggal 11 Maret 2021

Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada tanggal 2 April 2021







KALAU ENGKAU BAGAI LAUT


Kalau Engkau Bagai Laut

Gubahan Ikhsan Falihi


Kalau engkau bagai laut; 

Bolehkah daku berlayar arungi laut itu?

Bila malam kelam 

Di bawah rembulan menerangi gelombang

air lautan nampak hitam


Bila malam ditelan siang

air laut begitu membiru.

Sungguh daku terlalu merindu

Meski daku tahu 

Terkadang hadir badai suatu waktu,

diselingi gemuruh pasang surut,


dari dasarnya ditemukan gemerlap mutiara 

yang membuat makhluk sungguh takjub,


Itulah mengapa nelayan gemar melaut

pada perahu berderit mengapung

meski badai mengerikan merundung 

sekalipun menantang maut

demi hidup bisa terus 

ikan segar nan hidup harus dirangkul


Kalau engkau bagai laut; 

Izinkan daku berlabuh 

walau sementara waktu

pada pantai bermesraan lalu bersenda gurau



Digubah oleh Ikhsan

(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)

Pantai Ngliyep, Malang, Indonesia

Minggu, 6 Desember 2020

KETIKA REMBULAN DI RANTING PINUS

Ketika Rembulan di Ranting Pinus

Gubahan ikhsan falihi

(Penyair pinggir kali)

Ketika bulan di ranting pinus.

Tersenyum bahagia di malam itu.

menyapa semua makhluk.

Ingin rasanya aku ikut.

Engkau bulan menggugah anganku.


Terbayang mana waktu ketemu

Andai sungguh itu…

Esok pagi setelah kita bertemu.

Daku kan bercerita betapa aku rindu.


Menegak tinggi impian hidup 

bagai pinus bersua bulan bertemu


Andai rantingmu sampai padaku

Terbayang kapan hadir menyatu

Lama sudah daku menunggu

Beserta doa dan harspan

Hingga badai dan kegelapan berlslu

 

Gubahan 

kang ikhsan falihi

(Penyair pinggir kali)

Sabtu, 19 Desember 2020


Ketika Rembulan di Ranting Pinus

Karya Ikhsan, M.Pd.

Surabaya - Sidoarjo, Sabtu, 19 Desember 2020

Kisah diambil dari pandemi covid19 dan seorang lelaki tua memiliki banyak bekal vaksin ajaib, tetapi banyak manusia yang tidak mengerti.

Penulis adalah seorang cerpenis, penyair, dan dosen Matematika

Dipublikasikan pertams kali di Whatsapp pada hari Sabtu, 19 Desember 2020

Dipublikasikan pertams kali di Blogger Puisi Yang Mempesona http://puisimempesona.blogspot.com pada hari Selasa, 5 Januari 2021.

SUARA HALILINTAR DAN HUJAN

 


Suara Halilintar dan Hujan

Gubahan Ikhsan Falihi


Pagi itu datang

Halilintar menyambar-nyambar

Membelah angkasa Surabaya Selatan

Memanggil relung kamar tidur


Terperanjat segala sukma kalbu

Melangkah kaki menarik gagang pintu

Hingga terbuka pintu

Menatap langit begitu kelabu


Gemuruh hujan mengobrak-obrak suasana temaram

Mendadak udara dingin mencekam

Kali ini hujan tak seramah yang dulu.


Hujan pun turun deras

dan berkata

Sebentar saja

Aku terjatuh tuk menghapus gemuruh omnibus law UU penuh kemelut

Tunggu dulu

Aku berteriak lalu tercecer di jalanan

Biarlah melintas orang-orang menginjak tanpa hirau aku

Pintaku relakan lembutku

membasuh luka demonstran dan pasukan pengaman


=== ###### ===

Puisi Suara Halilintar dan Hujan

Digubah oleh Ikhsan (Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali).

Digubah pada tanggal Jumat, 30 Oktober 2020.

Tanggal Publikasi Jumat, 30 Oktober 2020.