Dengan puisi suara hati bangkit. Dengan puisi suara hati menyemai kasih. Dengan puisi suara hati meniti nasib. Dengan puisi suara hati menguak misteri
KOMPILASI PUISI YANG MEMPESONA DARI PARA PENULIS
INGIN TAPI BISAKAH
INGIN TAPI BISAKAH
ingin kureguk senyum,
tapi kecewa yang kurasa,
ingin rasanya dirindukan,
tapi harapan melayang
pada bayang-bayang kepalsuan
ingin kucari kemana rindunya berada,
tapi sepertinya ia melupakan
ingin kugapai cinta,
nyatanya hanyalah fatamorgana
Berlari dan mengejar
tiap datang ingatan kenangan
tuk meraih kasih dan cintanya
tapi tiada jua kujumpa
Gubahan ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Sabtu, 27/9/2025
Sabtu, 27 September 2025
=== ###### ===
Puisi Ingin Tapi Bisakah
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Ceritera diambil dari:
Kehidupan rakyat desa dan rakyat kota yang tercebur dalam kemilau sua asmara merona.
Ditulis pada hari Sabtu, 27 September 2025.
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Minggu, 28 September 2025.
Dipublikasikan pertama kali di status WhatsApp pada hari Minggu, 28 September 2025.
POHON KERING KERONTANG
POHON KERING KERONTANG
Pohon tua kering kerontang
Sekarang aku siram
Moga tumbuh, bersemi, dan berkembang
Sampai berbuah kasih sayang
Aku ruwat sepenuh jiwa raga
agar bebas dari penyakit dan hama
Pohon tua kering kerontang,
Sekarang aku datang,
Memeluk sepenuh kasih sayang
Karna esok engkau hidup dan berkembang
Hingga rindang riang menjulang
Aku ruwat sepenuh rasa,
bersama segenggam asa
dengan pupuk kemasan dari masa ke masa
dengan siraman hingga basah
moga berdaun esok lusa
Gubahan ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Kamis, 27/3/2025
Kamis, 27 Maret 2025
=== ###### ===
Puisi Pohon Kering Kerontang
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Ceritera diambil dari:
Kehidupan rakyat desa yang masih sanggup dan merawat seseorang.
Ditulis pada hari Kamis, 27 Maret 2025.
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Selasa, 5 Agustus 2025.
Dipublikasikan pertama kali di status WhatsApp pada hari Kamis, 27 Maret 2025.
CINTA SEBATAS MIMPI
CINTA SEBATAS MIMPI
Cinta ini sebegitu suci sejati.
Tapi engkau diam masih dingin.
Tanpa henti aku sirami sepenuh kasih.
Biarpun lelah payah, tetap aku lakukan sampai pagi.
Tak peduli hujan badai,
aku terjang dan lalui.
Karena esok semua memandang lalu berbisik
Betapa aku rindu sampai kisah berakhir.
Tapi akhirnya cinta ini sebatas mimpi
Begitulah harapan sebatas imajinasi
Gubahan ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Jumat, 20/6/2025
Jumat, 20 Juni 2025
=== ###### ===
Puisi Cinta Sebatas Mimpi
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Ceritera diambil dari:
Kehidupan rakyat desa yang tak kesampaian cintanya kepada seseorang di kota.
Ditulis pada hari Jumat, 20 Juni 2025
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Selasa, 5 Agustus 2025.
Dipublikasikan pertama kali di status WhatsApp pada hari Jumat, 20 Juni 2025.
SUNSET AT THE BEACH
SUNSET AT THE BEACH
By Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Mentari senja hari
Diselingi cuat-cuit burung bernyanyi
Diterpa semilir angin pantai
Menggugah syahdu hati
Desir pasir di pantai lama
Dan lambaian kembang beraneka rona
Dan lambaian nyiur di bibir pantai menyapa
Deburan ombak bak kembang mekar
Kita berdiri pegangan bersama
Memandang panorama lautan
Mesranya suasana semesra cinta kita
Kenangan tak terlupa
Mengalir bersama
Mengikuti irama napas cinta
Gubahan ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Wednesday, February 5th, 2025
Rabu, 5 Februari 2025
=== ###### ===
Puisi Sunset at the Beach
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Ceritera diambil dari:
Kehidupan rakyat desa yang termenung di Pantai Selatan.
Ditulis pada hari Rabu, 5 Februari 2025
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Selasa, 5 Agustus 2025.
Dipublikasikan pertama kali di status WhatsApp pada hari Rabu, 5 Februari 2025.
BETAPA KECEWA
BETAPA KECEWA
Bukan aku bersedih karna sengsara nan derita,
Bukan aku menangis karna luka menganga,
Tapi karna kesetiaannya smakin pudar,
Di saat tanpa akhir dalam penantian,
Betapa kecewa di atas kecewa
By Ikhsan, Penyair Pinggir Kali
Selasa, 5 Agustus 2025
Gubahan ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Selasa, 5 Agustus 2025
=== ###### ===
Puisi Betapa Kecewa
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Ceritera diambil dari:
Kehidupan rakyat desa dan rakyat kota yang dipisahkan oleh jarak.
Ditulis pada hari Selasa, tanggal 5 Agustus 2025.
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Selasa tanggal 5 Agustus 2025.
Dipublikasikan pertama kali di Whatsapp pada hari Selasa tanggal 5 Agustus 2025.
TAPI APALAH DAYA
TAPI APALAH DAYA
Gubahan Ikhsan Falihi
Betapa menawan kembang hijau merah,
Pantas buat hiasan taman kehidupan,
Ingin rasanya aku memetik mekarnya,
Tapi apalah daya....
Aku insan biasa,
Andai aroma kembang hijau merah,
Menebari seisi naluri,
Bersimpuh aku di kaki,
Padamu seorang yang dipandang suci bersih,
Tapi engkau menatapku terlalu rendah diri,
Pintaku tak kau kasih
Ikhlasku tak seberapa kau hormati,
Seperti hidup tak merasai,
Gubahan ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Jumat, 17 Februari 2023
=== ###### ===
Puisi Tapi Apalah Daya
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Ceritera diambil dari:
Kehidupan rakyat desa dan kota yang dipisahkan oleh jarak.
Perjalanan Surabaya - Sidoarjo - Mojokerto - Jombang.
Ditulis pada hari Jumat, tanggal 17 Februari 2023.
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Selasa tanggal 28 Maret 2023.
Dipublikasikan pertama kali di Whatsapp pada hari Jumat tanggal 17 Februari 2023.
Dipublikasikan kedua kali di Whatsapp pada hari Senin tanggal 27 Maret 2023.
UDAH KUBILANG APA?
UDAH KUBILANG APA?
Gubahan Ikhsan Falihi
Padi ditanam tumbuh ilalang.
Apa hendak dikata.
Kekasih disayang malahan hidung belang.
Apa hendak ke lain cinta.
Udah kubilang.
Tunggu aku datang.
Kok malah mencari lain orang.
Tetap kuharap cinta jangan dilelang
Tunggulah aku datang.
Mengajarkan segunung keagungan.
Duhai, orang yang kusanjung.
Siang malang aku rindu kunjung.
Janganlah cintaku sedih merundung
Gubahan Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Di Batas Surabaya - Sidoarjo
Sabtu, 19/02/2022.
=== ###*********### ===
Puisi UDAH KUBILANG APA?
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali).
Di Batas Surabaya - Sidoarjo
Ceritera diambil dari:
Kerinduan anak manusia mengunjungi tempat yang nyaman, damai, dan tenang di sebuah desa dalam seprovinsi.
Ditulis pada hari Sabtu,19 Februari 2022.
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Sabtu,19 Februari 2022.
DENGARLAH KEKASIH
DENGARLAH KEKASIH
Gubahan Ikhsan Falihi
Kekasihku....,
Engkau nun jauh di situ...
ingin daku bersamamu.
Dekaplah daku.
Di dalam buaian kasih sayang.
Daku ingin hadir di hadapanmu,
melihat keagunganmu
Di dalam ketidakberdayaanku.
Kekasihku....,
Relakah engkau menerimaku...
Di dalam keagunganmu...
Kekasihku...,
Tahukah engkau bahwa aku sangat mencintaimu.
Cintaku tak kan goyah
Walau diterjang badai hidup.
Kekasihku...,
Biarpun masih jauh darimu,
Namun cintaku tanpa ragu
Tekadku satu utuh
Menggapai kasih sayangmu.
=== ###### ===
Puisi DENGARLAH KEKASIH
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Ceritera diambil dari:
Kerindua anak manusia.
Ditulis pada hari Rabu, 19 Januari 2022.
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada Rabu, 19 Januari 2022
PAGI TIBA
PAGI TIBA
Gubahan Ikhsan Falihi
Bunga bermekaran di bahana
kerinduan.
Mengungkap bayang kenangan di kala wabah.
Merah di dalam dada…,
Putih di dalam pikiran…..,
Memadu gelora sukma tiada terkira.
Sekedar menyapa alam
pada pagi tiba.
Digubah oleh
Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali (Minggu, 17 Oktober 2021)
Surabaya - Sidoarjo,
Minggu, 17 Oktober 2021
Gubahan
Ikhsan
(Ikhsan falihi penyair pinggir kali)
=== ###### ===
Puisi PAGI TIBA
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Ceritera diambil dari:
Perempuan desa yang suka menanam bunga hingga hijrah ke pusat kecamatan juga masih sayang bunga-bunganya. Tiap pagi tiba beliau rajin mengunjungi taman bunganya dikala wabah covid19 varian delta melanda seluruh indonesia.
Ditulis pada hari Minggu, 17 Oktober 2021.
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Kamis, 23 Desember 2021.
TAK SEPADAN
TAK SEPADAN
Gubahan Ikhsan Falihi
Langitmu masih membiru.
Tiada berawan mendung sedikitpun.
Tapi, engkau sungguh ragu.
Lihatlah sebentar…
Seberkas cahya menembus kegelapan,
menyinari kehidupan.
Biarkan daku mengukir langit,
Dengan satu kata sejuta makna,
sejuta kata semesta makna.
Cukuplah demikian
Aku persembahkan.
Engkau tahu tak sepadan karna di jalan berbeda.
Mekar melati menghiasi mimpi yang engkau semai,
pada ranting hijau daun menumbuh.
Di bawah naungan pohon rindang,
Di pinggir jalan perjuangan
Engkau berdiri tegak.
Mengharapkan kemewahan lupakan kawan.
Berlari mengejar asa pada gerimis mengundang.
Langit masih membiru.
Tak berawan mendung sedikitpun.
Tapi, engkau begitu ragu.
Surabaya - Sidoarjo,
Kamis, 23 Desember 2021
Gubahan
Ikhsan falihi penyair pinggir kali
Buat someone yang lagi kepo
=== ###### ===
Puisi TAK SEPADAN
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Ceritera diambil dari:
Perkawanan anak di Surabaya.
Ditulis pada hari Kamis, 23 Desember 2021.
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada hari Kamis, 23 Desember 2021.
KAPAN KITA BERSAMA?
KAPAN KITA BERSAMA?
Gubahan Ikhsan Falihi
Pingin rasanya perjumpaan
Kapan kita bersama?
Dari bukit nan tinggi
Hasratmu melangit
Dari pegunungan terpencil
Sepertinya belum usai mendaki
Dari kelok aliran sungai
Yang engkau punyai
Suaramu gemercik manis
Tiada henti
Cuap-cuap menabur janji
Rasanya perjumpaan sirna
Oleh gemerlap gedung menjulang
Yang engkau punya
Oleh kembang menguncup
Melambai ditiup angin lalu
Di antara pegunungan menghijau
Bolehlah, sisakan sedikit waktu
Bila engkau mau
Memanggil kenalan yang dulu
Walau dalam relung kalbu
Sejatinya aku mengerti
Mimpi yang kau semai
Masih membubung tinggi ke langit
Rela lupakan kenalan demi kemewahan
Pada dunia fana yang melalaikan
Hijau menumbuh, merah membara
Perasaan mengikat janji bersama
Tapi nyatanya…..
Kapan kita bersama?
Nampak keraguan aku rasa
Jawablah……..
=== ###### ===
Puisi Kapan Kita Bersama?
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Ceritera diambil dari:
Perjalanan Surabaya - Mojokerto - Jombang.
Ditulis pada tanggal 11 Maret 2021
Dipublikasikan pertama kali di Blogger pada tanggal 2 April 2021
KALAU ENGKAU BAGAI LAUT
Kalau Engkau Bagai Laut
Gubahan Ikhsan Falihi
Kalau engkau bagai laut;
Bolehkah daku berlayar arungi laut itu?
Bila malam kelam
Di bawah rembulan menerangi gelombang
air lautan nampak hitam
Bila malam ditelan siang
air laut begitu membiru.
Sungguh daku terlalu merindu
Meski daku tahu
Terkadang hadir badai suatu waktu,
diselingi gemuruh pasang surut,
dari dasarnya ditemukan gemerlap mutiara
yang membuat makhluk sungguh takjub,
Itulah mengapa nelayan gemar melaut
pada perahu berderit mengapung
meski badai mengerikan merundung
sekalipun menantang maut
demi hidup bisa terus
ikan segar nan hidup harus dirangkul
Kalau engkau bagai laut;
Izinkan daku berlabuh
walau sementara waktu
pada pantai bermesraan lalu bersenda gurau
Digubah oleh Ikhsan
(Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali)
Pantai Ngliyep, Malang, Indonesia
Minggu, 6 Desember 2020
KETIKA REMBULAN DI RANTING PINUS
Ketika Rembulan di Ranting Pinus
Gubahan ikhsan falihi
(Penyair pinggir kali)
Ketika bulan di ranting pinus.
Tersenyum bahagia di malam itu.
menyapa semua makhluk.
Ingin rasanya aku ikut.
Engkau bulan menggugah anganku.
Terbayang mana waktu ketemu
Andai sungguh itu…
Esok pagi setelah kita bertemu.
Daku kan bercerita betapa aku rindu.
Menegak tinggi impian hidup
bagai pinus bersua bulan bertemu
Andai rantingmu sampai padaku
Terbayang kapan hadir menyatu
Lama sudah daku menunggu
Beserta doa dan harspan
Hingga badai dan kegelapan berlslu
Gubahan
kang ikhsan falihi
(Penyair pinggir kali)
Sabtu, 19 Desember 2020
Ketika Rembulan di Ranting Pinus
Karya Ikhsan, M.Pd.
Surabaya - Sidoarjo, Sabtu, 19 Desember 2020
Kisah diambil dari pandemi covid19 dan seorang lelaki tua memiliki banyak bekal vaksin ajaib, tetapi banyak manusia yang tidak mengerti.
Penulis adalah seorang cerpenis, penyair, dan dosen Matematika
Dipublikasikan pertams kali di Whatsapp pada hari Sabtu, 19 Desember 2020
Dipublikasikan pertams kali di Blogger Puisi Yang Mempesona http://puisimempesona.blogspot.com pada hari Selasa, 5 Januari 2021.
SUARA HALILINTAR DAN HUJAN
Suara Halilintar dan Hujan
Gubahan Ikhsan Falihi
Pagi itu datang
Halilintar menyambar-nyambar
Membelah angkasa Surabaya Selatan
Memanggil relung kamar tidur
Terperanjat segala sukma kalbu
Melangkah kaki menarik gagang pintu
Hingga terbuka pintu
Menatap langit begitu kelabu
Gemuruh hujan mengobrak-obrak suasana temaram
Mendadak udara dingin mencekam
Kali ini hujan tak seramah yang dulu.
Hujan pun turun deras
dan berkata
Sebentar saja
Aku terjatuh tuk menghapus gemuruh omnibus law UU penuh kemelut
Tunggu dulu
Aku berteriak lalu tercecer di jalanan
Biarlah melintas orang-orang menginjak tanpa hirau aku
Pintaku relakan lembutku
membasuh luka demonstran dan pasukan pengaman
=== ###### ===
Puisi Suara Halilintar dan Hujan …
Digubah oleh Ikhsan (Ikhsan Falihi Penyair Pinggir Kali).
Digubah pada tanggal Jumat, 30 Oktober 2020.
Tanggal Publikasi Jumat, 30 Oktober 2020.