A LANDSCAPE FOR DEAR VICTOR
Gubahan WS Rendra
Apabila kita bertiarap di bukit yang damai
Kita mengarah lembah
Dengan gelagah dan semak-semak berbunga
Di langit yang bersih terpancanglah matahari
Sepanjang tahun selalu bercaya.
Maka angin lembah
Bertiup dengan merdeka.
Suara yang gaib memanggilku
Tangan yang gaib memanggilku
Sebatang sungai yang putih sebagai pita
Mengalir jauh ke tengah
Selalu bernyanyi bagai sediakala
Sedang jalan kereta api menjalar di sebelahnya
Keretanya lewat dengan asap yang jenaka
Mencorengkan warna kelabu di udara
Disapu angin kemarau
Dalam permainan dan semangat remaja
Permainan dan derita bangsaku
Lebih jauh lagi
Setelah warna hijau dan putih ini
Bumi berwarna kuning kerna padi telah menua
Dan di bawah matahari jerami berwarna bagai tembaga
Orang-orang yang coklat bergerak di tanah coklat.
Mereka bekerja dan mencumbu tanahnya.
Maka sambil menghadap kesuburan
Rumah-rumah di kiri berjongkok dengan tentram.
Tempat berpagut jiwa bangsaku
Bagai titik-titik beragam seratus warna
berterbanganlah burung-burung dan kupu-kupu
Malaikat kehidupan dari bumi
Dan sebuah jalan yang kelabu
dari kanan menuju ke cakrawala
menuju kota
Mobil yang kecil dan biru
lewat di atasnya
Suara yang gaib memanggilku
Tangan yang gaib melambaiku
Tangan bangsa ini harus dikepalkan.
Bukit dan lembah ini harus bermakna
Harus diberi makna.
Di kali perempuan telanjang dan mencuci
mereka suka bernyanyi tentang harapan yang sederhana
dan tentang kerja lelakinya
Sedang di tepi sungai
rumpun bambu bergoyangan
Viktor yang baik,
percik darah yang pertama
di bumi ini tumpahnya