SUNGAI MUSI
Gubahan WS Rendra
Memasuki Sungai Musi kuulurkan tanganku pada alam
Melewati jalan yang baru bagai menempuh jalan yang sangat kukenal
Tak usah lagi berkenalan, karena bertemu wajah-wajah yang lama.
Kami disatukan satu gelora, kesunyian dan duka
Maka dalam tatapan yang pertama telah diketahuilah semuanya
Air yang coklat mengalir lambat bagai mengangkat derita yang sarat.
Pimping air yang bergoyang dan cepat berbiak
Cepat kukenal dalam satu pandang
Karna mereka tak lebih dari sepi.
Bakau besar yang berjenggot serta penuh keangkeran
Cepat sejiwa dalam satu teguran
Karna ia tak lain dari duka.
Wajah air yang berpendar-pendar dan lesu dalam rupa
Cepat akrab dalam satu usapan
Karna ia bukan apa selain wajah yang fana.
Disatukan oleh satu gelora kami bergumul dalam keakraban
pada masing pihak menemu belaian dan hiburan.
Makin banyak kami minum sepi kami pun makin mengerti
Maka sambil melayangkan pandangan yang jauh
Hanyutlah segala rasa yang gelisah
Burung-burung menempuh angin yang lembut serta lemah
Aku menempuh duka yang kian lembut, kian lemah